๐–๐š๐ฅ๐ข ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐‘๐ฎ๐๐ข ๐ˆ๐ง๐ฌ๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ฌ๐ข๐ค๐š๐ง ๐ˆ๐ง๐ญ๐ž๐ซ๐ฏ๐ž๐ง๐ฌ๐ข ๐๐ž๐ง๐œ๐ž๐ ๐š๐ก๐š๐ง ๐’๐ญ๐ฎ๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ 

๐ƒ๐ข๐ฌ๐ค๐จ๐ฆ๐ข๐ง๐Ÿ๐จ ๐๐š๐ญ๐š๐ฆ โ€“ Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menginstruksikan semua pihak untuk intervensi percepatan penurunan stunting.

โ€œSemua upaya harus digalakkan demi penurunan angka stunting di Batam,โ€ ujar Wali Kota, Selasa (11/6/2024).

Wali Kota mengungkapkan, berbagai upaya sudah dilakukan Pemko Batam dalam menekan angka stunting di Batam, mulai dari pencegahan hingga program orang tua asuh, dan sebagainya.

โ€œButuh kerja sama semua pihak demi menekan angka stunting dan mewujudkan generasi emas di Batam,โ€ tegas Rudi.

Upaya menekan angka stunting ini sudah dilakukan berbagai pihak, salah satunya Puskesmas Tiban Baru yang telah meluncurkan program Intervensi Serentak yang dimulai pada 3 Juni 2024. Program ini, yang sejalan dengan arahan pemerintah Kota Batam, telah diimplementasikan di 12 dari 23 posyandu hingga 11 Juni 2024.

Sasaran utama program ini adalah ibu hamil, anak bawah lima tahun (balita), dan calon pengantin. Penimbangan dan pengukuran dilakukan menggunakan alat antropometri standar oleh kader kesehatan terlatih. Mereka yang teridentifikasi berisiko stunting kemudian menerima edukasi pencegahan serta intervensi gizi yang diperlukan.

Program ini juga mengandalkan koordinasi lintas sektor dengan RT, RW, kelurahan, dan kecamatan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan.

Kepala Puskesmas Tiban Baru, dr. Hilda Insyafri, mengatakan, gerakan ini bertujuan sebagai upaya preventif dalam pencegahan stunting sedini mungkin serta memberikan edukasi stunting terhadap masyarakat.

โ€œPada kegiatan ini kami juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berbasis bahan pangan lokal, yang dilakukan di posyandu. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di wilayah kami,โ€ ujarnya.

Terkait masalah stunting, ia meminta masyarakat untuk mengunjungi posyandu terdekat guna mengetahui status gizi anak. โ€œPara calon pengantin, jangan lupa untuk memeriksakan diri di puskesmas atau posyandu terdekat,โ€ ujarnya.

Program Intervensi Serentak ini akan terus berjalan sepanjang bulan Juni 2024, dengan harapan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi prevalensi stunting di Kota Batam.

Lurah Tiban Baru, Dikurnia Putra, M.Si turut mendukung program ini sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kesehatan masyarakat.

ย 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *